Peluncuran buku 50 tahun Pdt Bernard T.P Siagian,MTh, ketuk jemaat peduli sekolah

KopiOnline (Jambi) – Keprihatinan akan dunia pendidikan di Sekolah SMP-SMA Nomensen Jambi, mengetuk hati nurani seorang Hamba Tuhan di Jambi untuk berbuat tindakan nyata bersama dengan Jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Jambi. Kepedulian HKBP terhadap sekolah Nomensen Jambi selama ini bagaikan pepatah “hidup segan, mati tak mau”.

Berangkat dari keprihatinan itu, Pdt. Bernard T.P Siagian, MTh (Melayanai di Resort HKBP Jambi) menulis tiga buku sekaligus yang berjudul “Komunitas Iman dan Ibadah”, “Ekklesiologi di Masyarakat Pluralis” dan “Aura Musik dan Tahta Sang Pencipta”.
Hasil sumbangan dari pencetakan 1000 eksamplar ketiga jenis buku itu akan disumbangkan untuk peningkatan kualitas pendidikan di Sekolah Nomensen Jambi yang selama ini masih terabaikan. Ditargetkan sekitar Rp 300 juta sumbangan dari dermawan serta undangan seluruhnya akan dimanfaatkan untuk Sekolah Nomensen Jambi.
Demikian dikatakan Pdt. Bernard T.P Siagian, MTh dalam wawancara khusus dengan BATAKPOS di Sekolah Nomensen, Selasa (9/11) malam. Menurutnya, peluncuran tiga judul buku itu sebagai rasa syukur di hari ulang tahun emas (12 Oktober 1960-12 Oktober 2010). “Maksud saya menulis buku ini, supaya membawa sekalian orang yang konsen kepada kehidupan gereja yang fokus bahwa gereja harus hidup di tengah masyarakat dan bangsa Indonesia. HKBP sebagai gereja yang besar harus menjadi pionir dan menunjukkan keteladanan untuk berbuat di tengah masyarakat dan konsep pembangunan Bangsa Indonesia,” katanya.
Keprihatinan Pdt. Bernard T.P Siagian, MTh selama ini, gereja khususnya HKBP kurang kepedulian terhadap Bangsa Indonesia. Tidak ada suara Kenabian yang disuarakan HKBP. “Saya juga ingin menggugah pemimpin Gereja, khususnya di HKBP untuk peduli dengan Bangsa Indonesia yang kini “kacau balau”. Sisi yang fokus saya dalam menulis buku ini, saya bergumul di HKBP, terutama di HKBP Jambi yang potensinya begitu besar, banyak jemaat yang kaya raya, tapi apa manfaatnya bagi masyarakat,” ujarnya.
Disaat Pdt. Bernard T.P Siagian melihat kondisi Sekolah Nomensen yang “mati segan hidup tak mau” sepertinya ada kontra atau gep yang sangat luar biasa. Jadi Sekolah Nomensen harus diselamatkan dan harus dipedulikan oleh HKBP. “Saya sangat terenyuh melihat sekolah Nomensen Jambi. Saya melihat selama ini tidak ada kepedulian Pimpinan dan jemaat HKBP Jambi terhadap sekolah tersebut. Ini yang saya ingin gebrak, bahwa Gereja HKBP Jambi tidak boleh tutup mata terhadap pendidikan. Panggilan pendidikan yang harus dijalankan Gereja di tengah-tengah masyatakat,” katanya.
Menurut mantan Dosen FKIP Nomensen ini, sejak di Jambi, dirinya prihatin atas dunia pendidikan di sekolah Nomensen Jambi. Dengan rasa syukur, Tuhan berikan kesempatan kepada Pdt. Bernard T.P Siagian untuk menulis buku. Dari hasil sumbangan buku tersebut, dirinya berkomitmen untuk membenahi Sekolah Nomensen Jambi.
Setidaknya ada tiga prioritas untuk siswa di Sekolah Nomensen yakni Fasilitas Internet Gratis agar siswa lebih berkemampuan dalam informasi teknologi, Studio Musik dengan kelengkapan perangkat musik agar siswa dapat belajar musik. Kecerdasan musik sangat mengena kepada seluruh kecerdasan manusiawi, serta membangun kecerdasan intelektual dan spriritual. Kemudian fasilitas radio komunitas. Radio kumunitas tersebut akan melatih siswa untuk berinteraksi sosial dengan masyarakat luas.
Rencana program itu sangat perlu di Sekolah Nomensen HKBP. “Ketiga program itu akan menjadikan Sekolah Nomensen Jambi lebih berkualitas serta tidak dipandang sebelah mata. Pihak gereja HKBP Jambi harus mendukung hal itu demi majunya Sekolah Nomensen Jambi. Pihak sekolah dan Yayasan Nomensen Jambi juga akan mengefektifkan komunikasi dengan Pimpinan HKBP Jambi,” katanya. Menurut Pdt. Bernard T.P Siagian, Gereja HKBP Jambi harus disadarkan bahwa dunia pendidikan juga menjadi tanggungjawan HKBP Jambi.
Kepala Sekolah SMP Nomensen Jambi, P Lumbantoruan S.Pd didampingi Kepala Sekolah SMA Nomensen Jambi, P Pardosi SPd, MBA dan Ketua Yayasan Nomensen HKBP Jambi, Drs. Andipenta Purba M Hum, M Div mengatakan, perhatian HKBP Jambi masih dalam bentuk pelayanan acara kebaktian setiap hari Kamis dan dukungan dalam bentuk doa.
Sekolah berharap perlu peningkatan perhatian dalam bentuk dukungan dana. Karena pihaknya melihat potensi umat HKBP mampu untuk dukungan dana tersebut. Umat HKBP Jambi masih ada yang peduli untuk peningkatan kualitas layanan proses pembelajaran di SMP-SMA Nomensen Jambi. “Pimpinan HKBP Jambi tinggal membuka saluran yang resmi untuk Sekolah Nomensen Jambi. Dukungan dana sangat dibutuhkan untuk memperkuat komponen-komponen sekolah sebagai system dalam suatu struktur organisasi penyelenggara pendidikan seperti keberadaan guru tetap,” kata P Lumbantoruan yang kini tengah menyusun Thesis di MTP Unja ini.
Menurut P Pardosi SPd, siswa SMA berjumlah 90 siswa, kelas I 30 orang, kelas II 26 orang dan kelas III 34 orang. Sementara SMP kelas I 31 orang, kelas II 36 orang dan kelas III 28 orang. Sedangkan tenaga pengajar hanya ada dua guru PNS (tetap) dari 13 guru yang ada di Nomensen Jambi. Dua guru diantaranya agama Muslim dan siswanya juga ada yang muslim. Sekolah Nomensen Jambi sekolah yang terbuka untuk umum. Sekolah Nomensen juga banyak menorehkan prestasi di Jambi.
Menurut P Lumbantoruan S.Pd dan P Pardosi SPd, MBA, dengan peluncuran buku ucapan syukur Jubileum 50 Tahun Pdt. BTP Siagian MTh, kerinduan pihak sekolah mulai terjawab. Selaku keluarga besar SMP-SMA Nomensen Jambi mengucapkan selamat atas suksesnya peluncuran buku tersebut dan Pdt. BTP Siagian MTh dan tetap setia dalam pelayanan.
Sementara itu Ketua Yayasan Nomensen HKBP Jambi, Drs Andipenta Purba M Hum, M Div mengatakan, dengan kepengurusan yayasan yang baru, pihaknya akan mengintensifkan komunikasi dengan Parhalado HKBP Jambi serta Pimpinan HKBP Jambi. “Selama ini komunikasi antara pengelola yayasan dengan pihak Gereja HKBP Jambi terputus.
Sebelumnya pembentukan sekolah Nomensen Jambi adalah kesepakatan jemaat dan pimpinan HKBP Jambi. Saya selaku ketua yayasan yang baru akan melakukan perbaikan,” kata Dosen FKIP Universitas Jambi yang juga kandidat Doktor Ilmu Sosial ini.
Pihak pengelola yayasan akan menyakinkan Parhalado dan warga jemaat HKBP Jambi akan pentingnya dukungan terhadap keberadaan Sekolah Nomensen Jambi. Manajemen Sekolah Nomensen Jambi juga akan dibenahi sehingga dapat menjamin peningkatan dunia pendidikan.
Salah seorang pemerhati Sekolah Nomensen Jambi, Bp Samosir mengatakan, harus ada kerangka yang jelas antara pihak yayasan dengan gereja HKBP Jambi. “Harus ada hubungan yang jelas antara HKBP Jambi dengan Yayasan Nomensen HKBP Jambi. Sehingga kedepan tidak ada timbul masalah baru,” katanya. bam

sumber : http://www.koranpagionline.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s