Tunjangan Guru Honor di Kota Jambi Belum Cair

( Sumber Jambi independent – Jambi )
Ditulis oleh ALPADLI M-WIRA H, Kota Jambi
Rabu, 02 Desember 2009 11:51

Diknas Jamin 15 Desember Bisa Diambil
Masih banyak guru yang nasibnya belum jelas. Terutama guru honor. Tidak seperti guru tetap atau PNS, guru honor atau guru non-PNS, harus berjuang keras untuk mendapatkan hak, misalnya memeroleh tunjangan guru non-PNS dari pemerintah pusat. Tunjangan mengajar senilai Rp 200 ribu per bulan per orang itu semestinya cair sejak Juni atau Juli 2009 lalu. Kenyataannya, hingga akhir tahun ini, gaji yang diharap-harap itu tak kunjung cair. Guru-guru mulai mengeluh.

Seorang guru yang mengajar di salah satu SMA dalam Kota Jambi mengadu nasibnya kepada media. Guru yang mewanti-wanti namanya agar jangan disebut di koran itu menceritakan perjuangannya sepanjang 2009.

“Kapasitas sebagai guru honor membuat kami bingung mau mengadu ke mana, padahal sudah setahun ini kami berharap tunjangan itu bisa cair,” ungkap guru itu kemarin (1/12).

Dia bersama puluhan rekan senasib sudah berkali-kali mendatangi Kantor Pos Jambi. Mereka mempertanyakan perihal kapan pencairan tunjangan. Jawabannya selalu mengecewakan. Pihak Pos mengaku tidak tahu.

Padahal, tak sedikit dari guru honor itu menggantungkan harapan pada gaji yang nilainya tak seberapa besar tersebut. Malah ada pula yang sampai membawa anak ke Kantor Pos, berharap dapat tunjangan untuk sekadar beli susu anak. “Tapi belum cair juga, dak jadi beli susu anak,” ungkap seorang guru yang mengajar di sebuah SMK di Kota Jambi.

Nasib guru-guru honor, baik di Kota Jambi maupun di daerah dalam Provinsi Jambi, mungkin harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Apalagi standar gaji mereka jauh di bawah standar upah minimum provinsi (UMP).

Sepenuturan seorang guru, dengan jadwal mengajar 24 jam seminggu, mereka hanya memeroleh Rp 150 ribu per bulan dari komite sekolah. Uang sebesar itu yang mereka pakai untuk menghidupi keluarga selama sebulan. Karena itu, gaji atau tunjangan tambahan dari pemerintah senilai Rp 200 ribu per bulan sangat bermanfaat bagi mereka. Total pendapatan bisa Rp 350 ribu per bulan. “Untung suami kerja, jadi biaya hidup tak terlalu pengaruh. Walau hidup pas-pasan,” ungkap guru wanita itu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Sahirsyah saat dikonfirmasi soal nasib guru non-PNS di Kota Jambi, terkesan lepas tangan. Dalam pandangannya, gaji maupun insentif guru honor di sekolah mutlak tanggung jawab sekolah bersangkutan. “Yang honor di sekolah, sekolahlah yang bayar,” ujar Sahirsyah singkat.

Menurutnya, tenaga honorer di sekolah dalam Kota Jambi merupakan guru komite. Gaji guru komite dibayar oleh komite sekolah. Terserah bagaimana cara, yang penting sekolah bisa membayar setiap bulan. “Kita (Kota Jambi) tidak ada lagi guru honorer. Semua guru honor sudah diangkat semua jadi PNS,” tegasnya.

Benarkah demikian? Dari data di Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Jambi, diketahui sekitar 6.000 guru honorer yang nasibnya belum bagus: kerja berat, gaji rendah. Guru-guru itu tersebar di seluruh kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi (lihat grafis). Guru honor terbanyak ada di Kota Jambi.

Lantas kapan tunjangan itu cair? Kabid Mutu Pendidik Tenaga Kependidikan (MPTK) Diknas Provinsi Jambi Edi Erizon mengklaim, tunjangan guru non-PNS akan cair sebelum 15 Desember 2009.

Keterlambatan pembayaran lebih karena perubahan sistem. Jika sebelumnya pencairan bisa dilakukan cukup dengan SK kepala Diknas, sekarang harus lewat SK Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik Tenaga Kependidikan (PMPTK). Masalahnya, SK dari Dirjen baru turun ke pihaknya pada 18 November 2009 lalu.

Staf Bidang MPTK Diknas Provinsi Jambi Arsil membenarkan keterlambatan SK Dirjen tersebut. Ketika SK diterima, baru pihaknya bisa bekerja mempersiapkan segala sesuatu untuk keperluan pencairan, mulai pembuatan rekening giro di Kantor Pos sampai persiapan bahan-bahan lainnya. “Kita sampai lembur supaya sebelum 17 Desember bisa selesai. Kan terakhir pencairan tanggal itu,” ungkap Arsil kemarin (1/12).

Dijelaskan, selain tunjangan guru non-PNS, pencairan bersamaan dengan pemberian tunjangan khusus. Tunjangan khusus dialokasikan bagi guru-guru yang mengajar di daerah terpencil. Jumlah yang diajukan mencapai 227 orang, namun yang disetujui Dirjen hanya 183.

Begitu pun tunjangan guru non-PNS, semula Diknas mengajukan 6.740 guru honor, yang disetujui 5.398. Sisanya, 1.342 guru, dinyatakan belum layak menerima tunjangan itu dengan alasan persyaratan belum lengkap.

Bagi guru honorer yang berharap bisa dapat tunjangan fungsional non-PNS, harus melengkapi beberapa syarat, di antaranya masa kerja minimal empat tahun, punya nomor unik pendidik dan tenaga kependudukan (NUPTK), dan jadwal mengajar 24 jam dalam seminggu. “Dananya sudah di Pos. Prosesnya sampai sepuluh hari, jadi diperkirakan 15 Desember sudah bisa diambil,” tegas Asril.

Wakil Kepala Kantor Pos Pusat Jambi Ahmad Sumaryadi membenarkan adanya rencana pencairan tunjangan guru non-PNS tersebut. Intinya, kalau Diknas siap, Pos pun siap. “Biasanya seminggu sebelum pencairan, Diknas sudah menyampaikan semua data ke Pos,” kata Ahmad Sumaryadi.(*)

One thought on “Tunjangan Guru Honor di Kota Jambi Belum Cair

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s