Lulus Pendidikan Profesi, Tak Perlu Sertifikasi

Ditulis oleh jpnn
Rabu, 19 Agustus 2009 18:06
Lulus Pendidikan Profesi, Tak Perlu Sertifikasi

JAKARTA – Pengumuman kelulusan calon guru SD yang mengikuti pendidikan profesi bakal dilaksanakan akhir bulan ini. Mereka nanti bakal mengantongi sertifikat pendidik, sehingga calon guru tersebut tak perlu mengikuti sertifikasi. Mereka secara otomatis sudah mendapat sertifikat pendidik sebagai bekal mengajar. Secara bertahap, pendidikan profesi guru bakal dilaksanakan untuk calon guru SMP dan SMA.

Direktur Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Depdiknas Muchlas Samani mengatakan, sejak UU Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen disahkan, semua guru harus mengantongi sertifikat pendidik. Karena itu, semua guru harus ikut sertifikasi guru. Tapi bagi calon guru diwajibkan ikut pendidikan profesi. “Setelah lulus pendidikan tersebut, mereka bakal mendapat sertifikat pendidik dan tak perlu ikut sertifikasi,” terangnya.

Muchlas menjelaskan, tahun ini pendidikan profesi masih diujicobakan pada calon guru SD. Mereka yang diutamakan adalah calon guru untuk daerah terpencil, sebab kebutuhan guru di daerah terpencil masih kurang. “Tujuannya supaya distribusi guru tidak timpang,” jelas alumnus Unesa itu.

Ada 15 lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK) yang ditunjuk untuk menyelenggarakan pendidikan tersebut. Jika uji coba pendidikan profesi terhadap calon guru SD itu berhasil, pendidikan serupa dilakukan untuk calon guru SMP dan SMA. “Karena untuk pertama kali, kami masih mencari pola terbaik. Pemerintah tidak terburu-buru,” jelasnya.

Pendidikan profesi untuk calon guru SD dilaksanakan satu semester. Sedangkan untuk SMP dan SMA satu tahun. Bagi calon guru SMP dan SMA yang S-1-nya tidak linier, harus mengikuti matrikulasi terlebih dulu. “Misalnya S-1 Bahasa Indonesia, kemudian ingin jadi guru matematika, harus ikut matrikulasi pendidikan matematika,” terangnya.

Akhir bulan ini, LPTK akan mengumumkan kelulusan calon guru SD yang ikut program tersebut. Jika lulus, mereka akan mendapat ijazah berupa sertifikat pendidik. Bekal tersebut sebagai syarat mengajar. “Mereka yang ikut pendidikan nanti ditaruh di sekolah mana dan mengajar apa sudah ditentukan,” terangnya. Dengan demikian, rasio kebutuhan guru dan ketersediaan guru sudah dipetakan. Harapannya, semua lulusan PGSD tidak ada yang menganggur.

Lantaran akan mengantongi sertifikat pendidik, para guru tersebut masuk kuota sertifikasi 2009. Praktis bagi yang lulus pendidikan bakal mendapat tunjangan profesi per Januari 2010. Asalkan, kata Muchlas, mereka memenuhi persyaratan, yakni memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK), mengajar 24 jam per minggu, dan memiliki sertifikat pendidik. Selain mendapat gaji, mereka juga berhak memeroleh tunjangan profesi yang besarnya satu kali gaji pokok. Dengan demikian, pada 2014 sertifikasi guru bisa dituntaskan.(jpnn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s