Peripura Salah satu Jawara Sepak Bola Indonesia

0

Persipua Team

images

Persipura adalah salah satu klub sepak bola yang ada di Indonesia dan merupakan salah satu klub yang paling sukses di pentas sepak bola indonesia. Kesuksesan mereka merupakan pelajaran penting buat semua klub sepak bola di Indonesia untuk bisa bersaing dengan negara lain untuk level yang lebih tinggi.

Kata Orang Kalah menang dalam sepak bola itu wajar saja, tapi kalau sepak bola Indonesia selalu kalah dengan negara lain itu memang sebuah tanda tanya besar. Banyak penggila bola di Indonesia yang selalu menginginkan Sepak Bola Indonesia bisa berbicara di pentas Internasional. tapi pada kenyataannya sampai sekarang untuk bisa juara di level asia tenggara saja Indonesia masih kalah di bandingkan dengan negara tetangga seperti thailand dan Singapura.

Bukan bermaksud membanggakan sepak bola negara tetangga, tapi tidak ada salahnya bila sepak bola dan semua Tim yang berlaga di Liga Super belajar dari klub sepak bola yang menjadi jawara seperti hal nya Persipura dan Sriwijaya yang mampu untuk menciptakan pemain yang berkualitas dengan stamina yang Luar Biasa. Semoga saja 2 sampai 3 tahun ke depan sepak bola kita bisa jauh lebih baik. Niscaya sepak bola kita akan bisa berbicara dan semakin berkelas. Semaga Tim Garuda Indonesia bisa maju terus ke level Sepak Bola internasional ( piala dunia ).

Iklan

Lulus Pendidikan Profesi, Tak Perlu Sertifikasi

0

Ditulis oleh jpnn
Rabu, 19 Agustus 2009 18:06
Lulus Pendidikan Profesi, Tak Perlu Sertifikasi

JAKARTA – Pengumuman kelulusan calon guru SD yang mengikuti pendidikan profesi bakal dilaksanakan akhir bulan ini. Mereka nanti bakal mengantongi sertifikat pendidik, sehingga calon guru tersebut tak perlu mengikuti sertifikasi. Mereka secara otomatis sudah mendapat sertifikat pendidik sebagai bekal mengajar. Secara bertahap, pendidikan profesi guru bakal dilaksanakan untuk calon guru SMP dan SMA.

Direktur Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Depdiknas Muchlas Samani mengatakan, sejak UU Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen disahkan, semua guru harus mengantongi sertifikat pendidik. Karena itu, semua guru harus ikut sertifikasi guru. Tapi bagi calon guru diwajibkan ikut pendidikan profesi. “Setelah lulus pendidikan tersebut, mereka bakal mendapat sertifikat pendidik dan tak perlu ikut sertifikasi,” terangnya.

Muchlas menjelaskan, tahun ini pendidikan profesi masih diujicobakan pada calon guru SD. Mereka yang diutamakan adalah calon guru untuk daerah terpencil, sebab kebutuhan guru di daerah terpencil masih kurang. “Tujuannya supaya distribusi guru tidak timpang,” jelas alumnus Unesa itu.

Ada 15 lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK) yang ditunjuk untuk menyelenggarakan pendidikan tersebut. Jika uji coba pendidikan profesi terhadap calon guru SD itu berhasil, pendidikan serupa dilakukan untuk calon guru SMP dan SMA. “Karena untuk pertama kali, kami masih mencari pola terbaik. Pemerintah tidak terburu-buru,” jelasnya.

Pendidikan profesi untuk calon guru SD dilaksanakan satu semester. Sedangkan untuk SMP dan SMA satu tahun. Bagi calon guru SMP dan SMA yang S-1-nya tidak linier, harus mengikuti matrikulasi terlebih dulu. “Misalnya S-1 Bahasa Indonesia, kemudian ingin jadi guru matematika, harus ikut matrikulasi pendidikan matematika,” terangnya.

Akhir bulan ini, LPTK akan mengumumkan kelulusan calon guru SD yang ikut program tersebut. Jika lulus, mereka akan mendapat ijazah berupa sertifikat pendidik. Bekal tersebut sebagai syarat mengajar. “Mereka yang ikut pendidikan nanti ditaruh di sekolah mana dan mengajar apa sudah ditentukan,” terangnya. Dengan demikian, rasio kebutuhan guru dan ketersediaan guru sudah dipetakan. Harapannya, semua lulusan PGSD tidak ada yang menganggur.

Lantaran akan mengantongi sertifikat pendidik, para guru tersebut masuk kuota sertifikasi 2009. Praktis bagi yang lulus pendidikan bakal mendapat tunjangan profesi per Januari 2010. Asalkan, kata Muchlas, mereka memenuhi persyaratan, yakni memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK), mengajar 24 jam per minggu, dan memiliki sertifikat pendidik. Selain mendapat gaji, mereka juga berhak memeroleh tunjangan profesi yang besarnya satu kali gaji pokok. Dengan demikian, pada 2014 sertifikasi guru bisa dituntaskan.(jpnn)

Pawai Kota menyambut Kemerdekaan RI di Kota Jambi

0

IMG1269A

IMG1270A

Jambi, 20 Agustus 2009. Pawai Kota yang dilaksanakan mulai pagi mengundang banyak warga kota jambi untuk melihat acara pawai tersebut. Kegiatan pawai kota yng diadakan setiap tahunnya ini merupakan evet tahunan yang selalu dilaksanakan menyabut hari kemerdekaan RI.

Pawai ini juga di ikuti oleh siswa dari berbagai sekolah dii Kota jambi, di tengah panasnya matahari siang hari tak terasa panas buat warga kota jambi yang menonton event pawai ini.

Diawali start mulai stadion tri lomba juang ( Koni ) dan di akhiri di pelataran ancol ( sungai batang hari ) benar – banar hal yang patut di acungkan jempol buat siswa yang mengikuti kegiatan ini. Stamaina mereka benar – banar terkuras tapi mereka tetap semnagat untuk mengikuti event tahunan ini.

Semoga saja Event ini benar-banar bermanfaat buat semua warga kota jambi.

Suasana Perayaan HUT RI Ke-64 Di Sekolah Nommensen Jambi

0

IMG1255A

IMG1262A

Jambi,17 Agustus 2009. Tepat Jam 07.30 WIB Semua siswa sudah berkumpul di lapangan Sekolah semua siswa sudah bersiap-siap untuk mengikuti upacara. Dengan pemimpin upaca Imanuel kelas XI IPA sudah menyiapkan semua siswa terlebih dahulu. Pada upacara kali ini Pak Pardosi yang bertindak sebagai pembina upacara menyampaikan bahwa generasi Indonesia di zaman sekarang harus lebih kreatif dan siap pakai, bukan kuantitas siswa tapi haruslah kualitas yang di utamakan.

Dengan pemimpin pasukan Paskibra adalah Dewi Kelas XII IPA bendera merah putih tampil berkibar menambah semangat kemerdekaan ada di dalam diri siswa terlebih lagi pembawa dirigen ( pemimpin lagu ) dibawakan Lenika Siregar Kelas XII IPA memimpin lagu kemerdekaan dengan semangat yang menggelora. Paduan suara kali ini adalah kelas XII IPA begitu antusias dalam menyanyikannya. Hal hasil pembawa lagu ( XII IPA ) mendapat pujian dari bapak pardosi selaku pembina upacara.

Tak luput juga para guru berperan dalam mebawakan upacara . Ibu Silalahi ( Pembaca UUD 1945 ) , Ibu dapina ( Pembaca Doa), Ibu Lamtiur ( Pembawa Teks Pancasila ), Pak Lumban Toruan ( Pembaca Naskah Proklamasi ). Ini adalah hal yang membuat upacara kali ini tampil beda dari yang biasanya.

Semoga semangat kemerdekaan terpatri di dalam semua siswa SMP/SMA Nommensen untuk menjadi yang terbaik buat bangsa dan negara ini.Merdeka Bangsaku, Jayalah bangsaku.

Pemerintah Pertahankan Anggaran Pendidikan 20 Persen dari APBN

0
Pemerintah Pertahankan Anggaran Pendidikan 20 Persen dari APBN

 

Jakarta, Senin (3 Agustus 2009) — Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan, pemerintah akan mempertahankan anggaran pendidikan minimal 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kebijakan ini merupakan salah satu prioritas belanja pemerintah untuk mendukung sasaran – sasaran pembangunan sesuai rencana kerja pemerintah (RKP) 2010 dalam Rencana APBN 2010.

“Dengan anggaran pendidikan yang mencapai 20 persen dari APBN kita berharap dapat meningkatkan mutu pendidikan di negeri kita guna membangun keunggulan dan daya saing bangsa di abad 21,” katanya saat menyampaikan pokok – pokok Rancangan APBN tahun 2010 dan nota keuangan 2010 pada Rapat Paripurna Luar Biasa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada masa reses persidangan empat tahun sidang 2008/2009 di Ruang Rapat Paripurna, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (3/08/2009).

Hadir pada acara Ketua dan Wakil Ketua DPR RI, para anggota Dewan Perwakilan Daerah RI, Ketua, Wakil Ketua, dan anggota lembaga – lembaga negara, duta besar dan pimpinan perwakilan badan – badan dan organisasi internasional, serta para gubernur kepala daerah.

Presiden SBY menyebutkan, prioritas lain belanja pemerintah adalah untuk memperbaiki kesejahteraaan aparatur negara dan pensiunan, melanjutkan seluruh program kesejahteraan rakyat seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Program Keluarga Harapan (PKH) dan beras bersubsidi atau tadinya disebut raskin. Selain itu, kata Presiden SBY, melanjutkan pembangunan infrastruktur transportasi, pertanian, energi, dan proyek padat karya lainnya.

Prioritas lainnya, kata Predisen SBY, adalah mendorong revitalisasi industri dan pemulihan dunia usaha, meneruskan reformasi birokrasi guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan peningkatan pelayanan publik. Kemudian meningkatkan anggaran operasional, pemeliharaan, dan pengadaan alat tama sistem senjata Tentara Nasional Indonesia (Alutsista TNI), serta meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya alam dan kapasitas penanganan perubahan iklim.

Presiden SBY mengatakan, sesuai dengan prioritas RKP 2010 dalam RAPBN tahun 2010 pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp.37 triliun untuk pemeliharaan kesejahteraan rakyat, serta penataan kelembagaan dan pelaksanaan sistem perlindungan sosial. “Sasaran yang hendak dicapai dari prioritas tersebut adalah menurunkan angka kemiskinan menjadi 12 sampai dengan 13,5 persen,” katanya.

Sementara itu, lanjut Presiden SBY, alokasi anggaran yang akan digunakan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia(SDM) Indonesia pada tahun 2010 direncanakan mencapai Rp.51,2 triliun. Sasaran yang hendak dicapai dengan alokasi di anggaran tersebut antara lain adalah untuk bidang pendidikan. “Yaitu meningkatnya akses dan pemerataan pada jenjang pendidikan dasar yang berkualitas bagi semua anak usia tujuh sampai dengan lima belas tahun,” katanya.

Presiden SBY menyebutkan, sasaran lainnya adalah menurunnya angka putus sekolah, meningkatnya kualitas pendidikan, dan meningkatnya kesejahteraan pendidik. Selain itu, di bidang kesehatan yaitu tersedianya fasilitas kesehatan dasasr dan rujukan, serta terlayaninya seluruh penduduk miskin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dan jaringannya, serta di kelas III rumah sakit.

Sasaran berikutnya adalah di bidang perbaikan gizi yaitu meningkatnya cakupan pemberian makanan pendamping air susu ibu (ASI) pada anak usia 6 sampai dengan 24 bulan keluarga miskin. “Bidang Keluarga Berencana (KB) yaitu terlayaninya peserta KB baru sekitar 7,1 juta peserta diantaranya 3,7 juta adalah peserta KB baru miskin dan meningkatkan peserta KB aktif menjadi sekitar 26,7 juta peserta diantaranya 11,9 juta adalah peserta KB aktif miskin,” katanya.

Lebih lanjut Presiden SBY menyampaikan, dari alokasi anggaran belanja pemerintah pusat tahun 2010 sebesar Rp.699,7 triliun, anggaran belanja direncanakan untuk seluruh kementerian negara dan lembaga mencapai Rp.327,6 triliun atau naik sebesar Rp.10,6 triliun dibandingkan dengan perkiraan realisasinya di tahun 2009. “Kenaikan anggaran belanja kementerian dan lembaga tersebut terutama untuk mendukung pencapaian sasaran-sasaran yang direncanakan dalam RKP tahun 2010,” ujarnya.

Presiden SBY mengatakan, berdasarkan prioritas RKP 2010, serta mempertimbangkan tugas pokok dan fungsi kementerian negara dan lembaga dalam RAPBN tahun anggaran 2010, terdapat beberapa kementerian negara atau lembaga yang mendapat alokasi anggaran yang cukup besar. Presiden SBY menyebutkan, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dalam tahun 2010 mendatang direncanakan memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp.51,8 triliun, Departemen Pertahanan (Dephan) Rp.40,7 triliun, Departemen Pekerjaan Umum (Dep PU) Rp.34,3 triliun, Departemen Agama (Depag) Rp.26 triliun, Kepolisian Negara RI Rp.25,8 triliun, Departemen Kesehatan (Depkes) Rp.20,8 triliun dan Departemen Perhubungan (Dephub) Rp.16 triliun.

Presiden SBY menyampaikan, alokasi anggaran pendidikan yang besar pada Depdiknas dan Depag dimaksudkan terutama untuk menuntaskan pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun , pemerataan dan perluasan akses pendidikan, serta peningkatan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan. “Anggaran itu juga ditujukan untuk menaikkan kesejahteraan guru,” kata Presiden SBY.

Sementara, kata Presiden SBY, dalam rangka mendukung pelaksanaan desentralisasi fiskal dalam 2010 mendatang alokasi anggaran transfer ke daerah direncanakan mencapai Rp.309,8 triliun. “Dari jumlah tersebut alokasi dana perimbangan direncanakan mencapai Rp.293 triliun atau naik Rp.7,7 triliun,” katanya.

Presiden SBY menyebutkan, kenaikan terbesar dari dana perimbangan dalam tahun 2010 tersebut berasal dari rencana realokasi tunjangan profesi yang dialokasikan sebagai dana alokasi umum (DAU) tambahan untuk tunjangan profesi guru sebesar Rp.8,9 triliun. “Rencana realokasi tunjangan profesi guru ke dalam DAU mulai tahun 2010 sejalan dengan semangat Peraturan Pemerintah Nomor. 41 Tahun 2009 tentang Tunjangan Profesi Guru dan Dosen,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Presiden SBY, mulai tahun 2010 alokasi DAU dalam struktur APBN akan terdiri dari DAU murni yang dialokasikan dengan menggunakan formula murni dan DAU tambahan untuk tunjangan profesi guru. “Tunjangan tersebut diberikan kepada guru dan dosen yang memiliki sertifikat pendidik sebagai penghargaan atas profesionalitasnya sesuai dengan kewenangannya, ” katanya.

Disamping itu, kata Presiden SBY, untuk melanjutkan kebijakan yang diambil pada 2009 tentang penghasilan minimal golongan terendah guru sebesar Rp.2 jt per bulan maka dalam RAPBN 2010 masih dialokasikan dana penyesuaian berupa tambahan tunjangan kependidikan bagi guru sebesar Rp.7,9 triliun. “Kita semua berharap dengan ditingkatkannya alokasi anggaran ini kesejahteraan para guru dan dosen akan semakin membaik dan akhirnya sesuai dengan harapan rakyat Indonesia mutu pendidikan kita harus meningkat lebih tinggi lagi,” katanya.

Sebelumnya, Presiden SBY, menyampaikan pendapatan negara dan hibah direncanakan mencapai Rp.911,5 triliun atau meningkat Rp.38,8 triliun dari sasaran RAPBN Perubahan tahun anggaran 2009. Belanja negara direncanakan mencapai Rp.1.009,5 triliun yang berarti lebih tinggi sebesar 3,8 triliun rupiah dari yang dianggarkan dalam RAPBN-P tahun 2009. “Dengan demikian defisit anggaran dalam tahun 2010 direncanakan mencapai Rp.98 triliun atau 1,6 persen dari product domestic bruto (PDB),” katanya.

Jumlah ini, kata Presiden SBY, mengalami penurunan sebesar Rp.35 triliun bila dibandingkan target yang direncanakan dalam RAPBN-P 2009 sebesar  Rp.133 triliun atau 2,5 persen dari PDB. “Untuk mencapai sasaran pendapatan negara pada tahun anggaran 2010 mendatang, pemerintah akan terus melanjutkan langkah – langkah optimalisasi penerimaan baik penerimaan dari pajak maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP),” katanya.

Presiden SBY menyebutkan, dari rencana pendapatan negara dan hibah yang ditargetkan mencapai Rp.911,5 triliun, dalam tahun 2010 penerimaan perpajakan direncanakan mencapai Rp.729,2 triliun, sedangkan PNBP diperkirakan mencapai Rp.180,9 triliun.***


Sumber: Pers Depdiknas

Ingwer Ludwig Nommensen : Biografi sebagai penginjil

0

Breaking News Tentang Ingwer Ludwig Nommensen

051208-1756-ingwerludwi11

( Dikutip dari Ensiklopedia ) Ayah Ingwer Ludwig sangat miskin dan sakit-sakitan. Sejak kecil Nommensen terbiasa hidup dalam penderitaan. Pada umur 8 tahun ia sudah mulai mencari nafkah untuk membantu orang tuanya, dengan menggembalakan domba milik orang lain pada musim panas. Lalu pada musim dingin ia bersekolah. Pada usia 10 tahun ia menjadi buruh tani sehingga pekerjaan itu menjadi tidak asing lagi baginya. Semuanya ini nampaknya merupakan persiapan bagi pekerjaannya sebagai pekabar Injil yang tangguh di kemudian hari.

Pada 1846, saat berusia 12 tahun, Nommensen mengalami kecelakaan parah. Sewaktu ia bermain kejar-kejaran dengan temannya, ia ditabrak kereta kuda. Kereta itu menggilas kakinya sampai patah. Terpaksa ia berbaring di tempat tidur berbulan-bulan lamanya. Teman-temannya biasanya datang menceritakan pengajaran dan cerita dari guru di sekolahnya, termasuk cerita pengalaman para pendeta yang pergi memberitakan Injil kepada orang yang belum mengenal. Nommensen pun sangat tertarik dengan cerita-cerita itu. Sementara lukanya makin parah sehingga ia tidak dapat berjalan sama sekali. Tapi, sekalipun sakit, Nommensen belajar merajut kaos, menjahit dan menambal sendiri pakaiannya yang robek.

Maka sekali peristiwa ia membaca Injil Yohanes 16:23-26, tentang pernyataan Tuhan Yesus bahwa barangsiapa meminta sesuatu kepada Bapa di sorga, Bapa pasti akan mengabulkan. Nommensen pun bertanya kepada ibunya, apakah kata-kata Yesus itu masih berlaku. Ibunya menyakinkannya bahwa kata-kata itu masih berlaku. Ia meminta ibunya agar berdoa bersamanya. Dalam doa, Nommensen meminta kesembuhan, dan ia berjanji kalau ia disembuhkan maka ia akan pergi memberitakan Injil kepada orang yang belum mengenal. Doanya dikabulkan. Tak lama kemudian kakinya sembuh. Lalu kembalilah Nommensen menggembalakan domba.

Namun janjinya pada Tuhan selalu mendesaknya agar segera memenuhinya. Maka ia melamar menjadi penginjil. Beberapa tahun ia belajar sebagai calon penginjil. Sesudah lulus, ia berangkat ke Sumatra dan tiba pada Mei 1862 di Padang. Ia memulai misinya di Barus. Ia belajar bahasa Batak dan bahasa Melayu, dan ternyata dengan cepat bahasa-bahasa itu dikuasainya. Ia lalu mulai mengadakan kontak dengan orang Batak, terutama dengan raja-raja. Ia mempelajari adat-istiadat Batak dan mempergunakannya dalam mempererat pergaulan.

Nommensen meminta izin masuk ke pedalaman, tapi dilarang pemerintah, karena sangat berbahaya bagi orang asing, Nommensen tidak takut. Ia memilih Silindung sebagai tempat tinggalnya yang baru. Ia mendapat gangguan yang hebat, tapi ia tak putus asa. Ia berhasil mengumpulkan jemaatnya yang pertama di Huta Dame (Kampung Damai). Tahun 1873 ia mendirikan gedung gereja, sekolah dan rumahnya di Pearaja. Sampai kini Pearaja menjadi pusat Gereja HKBP.

Pekerjaan Nommensen diberkati Tuhan sehingga Injil makin meluas. Sekali lagi ia memindahkan tempat tinggalnya ke kampung Sigumpar pada tahun 1891, dan ia tinggal di sini sampai wafat. Nommensen menerjemahkan kitab Perjanjian Baru ke dalam bahasa Batak (Silindung-Samosir-Humbang-Toba). Ia juga berusaha memperbaiki pertanian dan peternakan. Sekolah-sekolah, balai-balai pengobatan dibukanya. Dalam misinya, ia menyadari perlunya melibatkan orang-orang Batak. Maka dibukanyalah sekolah penginjil yang menghasilkan penginjil-penginjil Batak pribumi. Demikian juga untuk memenuhi kebutuhan guru di sekolah, Nommensen membuka pendidikan guru.

Nommensen meninggal pada usia sangat tua, 84 tahun, pada tanggal 23 Mei 1918. Nommensen kemudian dimakamkan di Sigumpar, di tengah suku Batak, setelah bekerja demi suku ini selama 57 tahun.