Pintar Vs Bodoh dalam meraih kesuksesan

sukses2

Pandangan orang saat ini banyak yang keliru terhadap ukuran kesuksesan seseorang. Orang sukses adalah orang yang banyak memiliki harta berlimpah itulah anggapan kita saat ini. Saat melihat (maaf) guru SMP atau SMA negeri yang pergi ke sekolah naik angkot atau memakai sepeda motor ‘jelek’ kita akan beranggapan bahwa jadi guru itu tidak akan sukses.

Pandangan seperti ini diperparah lagi dengan adanya anggapan bahwa orang yang pintar (bidang akademis) akan kalah ’sukses’ dengan orang yang bodoh (akademisnya).
sukses1

Banyak teman saya yang (sekali lagi maaf) kurang dalam nilai akademis-nya saat SMA, tapi ia seperti terlihat tenang dan saat saya tanya kenapa? Ia menjawab tenang saja nilai rapot tak akan membuat kita kaya saat dewasa nanti. Kata siapa??? Lalu ada pula anak yang cerdas dan jenius namun kurang bergaul, dia berpendapat bahwa kesuksesan hanya bisa direngkuh dengan kerja keras dan komunikasi/pergaulan menjadi nomor dua. Itu adalah pendapat yang salah juga.

Dalam kehidupan ini ada banyak orang sukses dan sebagian besar orang sukses itu adalah orang yang bisa memaksimalkan kemampuan akademis mereka lalu ditunjang dengan kemampuan emosional dan juga komunikasi/pergaulan yang baik. Memang ada yang sukses hanya dengan mengandalkan komunikasi, tapi hal tersebut sangat sedikit dan cenderung dikatakan anomali.

Jadi di sini saya mengajak kepada teman-teman sekalian untuk kembali meluruskan apa itu arti kesuksesan dan bagaimana kesuksesan itu dapat kita raih.

Apakah memang benar orang yang masa sekolahnya bodoh dalam bidang akademis akan mampu meraih kesuksesan dibanding dengan yang pintar? Kita boleh melihat contoh seperti Sir Boden Powell (Bapak Pramuka), Bill Gates, bahkan Mussolini. Mereka semua tidak memiliki apa-apa dalam bidang akademis tapi mereka bisa sukses. Lalu bagaimana dengan orang yang merengkuh kesuksesan berkat kemampuan akademis mereka? Tentu banyak, kita bisa ambil contoh Habibie dan Yudhistira Nugraha (Juara Olimpiade Fisika tk. Internasional). Mereka sukses berkat ‘bakat akademik’ mereka. Lalu sekarang pertanyaannya lebih berpeluang mana untuk merengkuh kesuksesan, Si Pintar atau Si Bodoh ??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s