Awal 2009 David Beckham Berlabuh di AC MILAN

0

MILAN, JUMAT – David Beckham akhirnya resmi menandatangani kontrak bersama AC Milan. Terhitung mulai 7 Januari 2009, gelandang LA Galaxy itu akan berada di San Siro dengan status pemain pinjaman.

“AC Milan mengumumkan kedatangan David Beckham dengan status pinjaman. Pemain Inggris tersebut akan menjadi Rossonero terhitung mulai 7 Januari 2009,” sebut pernyataan dalam situs Milan.

Sayangnya, Milan tak menyebutkan berapa lama Beckham akan berada di klub Italia tersebut. Yang pasti, Milan akan mengembalikannya ke Galaxy pada awal musim MLS. Hal ini diakui langsung oleh Direktur Olahraga Milan, Umberto Gandini. “Dia (Beckham) berkomitmen untuk kembali ke MLS dan saya pikir dia akan melakukannya,” kata Gandini kepada Sky Sports.

Isu mengenai kepindahan sementara Beckham ke Milan memang sudah muncul sejak beberapa waktu lalu. Namun, pembicaraan mengenai kepastian perpindahan itu masih belum mencapai titik temu. Milan sebetulnya ingin menetapkan kontrak Beckham, tapi Galaxy ngotot ingin mempertahankan gelandang 33 tahun itu. Galaxy bahkan hanya ingin meminjamkannya hingga musim baru MLS dimulai pada Maret atau April mendatang.

Pembicaraan kedua tim itu akhirnya menemui kesepakatan pada Kamis (30/10) waktu setempat. Pengacara Beckham datang ke Milan untuk menandatangani kontrak tersebut.

Iklan

PSMS MEDAN OPTIMIS RAIH KEMENANGAN KANDANG DARI PERSIJAP

0

PSMS OPTIMIS RAIH KEMENANGAN KANDANG

SEMARANG – Tuan rumah PSMS (Medan) tidak ingin gagal lagi meraih poin sempurna ketika menjamu Persijap (Jepara) dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2008, di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (17/10).

Apalagi kedua tim baru saja kehilangan poin penuh pada pertandingan sebelumnya. PSMS ditahan seri atas Persita, sedangkan Persijap dikalahkan tuan rumah Sriwijaya FC.Ambisi yang diusung Persijap memang sangat besar. Kemenangan diharapkan didapatkan pada perang nanti. Apalagi seluruh amunisi tim berjuluk Laskar Kalinyamat dalam kondisi on fire.

Bahkan empat pemain inti yaitu Evaldo Silva de Azis, Arnaldo Villalba, Amarildo Souza, dan Isdianto sudah dapat bergabung kembali setelah absen ketika dijamu Sriwijaya FC.

Hanya saja Pelatih Persijap Djunaedi mengingatkan anak asuhnya bahwa tim butuh kerja keras dalam laga nanti. Meski saat ini posisi skuadnya di klasemen sementara lebih baik daripada tuan rumah, namun pihaknya menegaskan itu tidak bisa menjadi patokan.

Persijap saat ini berada di posisi sembilan dengan mengemas 19 angka. Sedangkan PSMS masih di trap 14 dengan total 11 angka dari 13 laga yang dilakoni. ’’Semua tim tetap kami anggap bagus. Butuh kerja keras yang maksimal dalam pertandingan nanti,’’jelasnya.

 

Ubah formasi
Hanya memang, kembalinya empat pemain inti ke skuadnya membuat ia akan mengubah pola serta komposisi permainan tim. Pola 3-5-2 sepertinya akan diterapkan lagi pada laga nanti.’’Anak-anak sudah sangat familiar dengan skema 3-5-2. Pada saat menghadapi Sriwijaya, memang saya pakai 3-4-3. Formasi ini hanya alternatif karena beberapa pemain tidak bisa diturunkan. Tapi kondisi sekarang berbeda. Semua pemain kini dalam keadaan siap tempur,’’ kata Djunaedi.

Hanya saja dia memberikan perhatian khusus kepada dua pemain PSMS yaitu Elie Aiboy dan Patricio Jimenez. Pemain ini sangat berpengalaman dan mempunyai andil besar mengangat performa tim PSMS.

 

Peluang terbuka
Sementara itu kubu tuan rumah PSMS tampaknya tak mau kalah. Menurut pelatihnya, Erick Williams, Persijap boleh saja hebat di kandang, tetapi di luar kandang ketangguhan tim asal Jepara itu belum teruji. Inilah yang akan dimanfaatkan oleh kubu PSMS dalam pertandingan nanti. Zada, Patricio serta Ellie Ebboy harus berjuang keras dalam meraih kemengan kandang.

“Meskipun partai kandang Persijap bisa dibilang hampir sempurna. Tapi mereka belum pernah menang setiap kali bermain di luar. Jadi kesempatan kami untuk menang sangat terbuka,” kata Erick William, Kamis (16/10) di Stadion Jatidiri Semarang.

Senada dikatakan, pemain depan PSMS Elie Aiboy, dirinya bertekad memberikan kemenangan untuk timnya. Apalagi langganan timnas ini telah siap seratus persen dalam laga yang digelar malam hari ini.

“Target tentu ingin menang. Apalagi manajemen berharap mendapatkan kemenangan di kandang sendiri, “kata Elie. Disamping itu kekalahan PSMS Medan dari Arema Malang hanyalah kurang beruntung buat TIM PSMS, Keunggulan yang sudah diraih tidak dapat dipertahankan.

Pelatih Eric Williams sudah menyiapkan ramuan khusus dalam mengahadapi serbuan para penyerang Persijap. Erick juga mengakui bahwa Lini belakang PSMS Medan adalah kendala utama dalam Tim yang harus disempurnakan sebelum Liga Putaran ke dua nanti bergulir.

Semoga saja PSMS meraih kemenangan kandangnya untuk pertama kalinya. Dan harus diwaspadai adalah lini belakang serta penyerang PSMS harus terus padu dengan umpan-umpan silang yang diberikan Ellie. Itu terbukti dari pertandingan Arema Vs PSMS Medan. Umpan Ellie benar-benar umpan yang bisa menghasilkan Gol.

MENCARI SOSOK PEMIMPIN YANG IDEAL

0
Kepemimpinan adalah kebutuhan dasar umat manusia, tetapi tidak sembarang pemimpin dapat melakukannya. Bahkan dalam sebuah keluarga, sang ayah harus mampu menjalankan kepemimpinan agar istri dan anak-anaknya dapat bahagia. Begitu juga didalam sebuah perusahaan yang maju san notabone memiliki banyak karyawan. Kalau begitu, bisa dibayangkan betapa lebih banyak lagi yang dituntut dari seorang pemimpin nasional atau dunia dan tidak heran kalau mencari pemimpin yang ideal sangat sukar.
Oleh sebab itu, selama ribuan tahun, tak terhitung banyaknya penobatan, kudeta, pelantikan, pemilu, pembunuhan, dan perubahan rezim telah terjadi, raja perdana menteri, pangeran, presiden, sekretaris jenderal, dan diktator silih berganti.
Sejarah membuktikan seorang penguasa biasanya akan direspek dan didukung rakyatnya jika ia memberi mereka kadar kedamaian yang masuk akal dan kondisi hidup yang terjamin. Akan tetapi, jika rakyat hilang kepercayaan kepadanya karena alasan tertentu, orang lain mungkin akan segera menggantikan posisinya. Berikut ini adalah beberapa contoh keadaan yang dapat menumbangkan seorang penguasa yang kuat secara mendadak.
Pertama kondisi hidup yang buruk. Di pengujung abad ke-18, banyak warga negara Prancis dipaksa menjalani kehidupan dengan beban pajak yang mencekik dan makan yang kurang. Keadaan ini turut memicu Revolusi Prancis sehingga Raja Louis XVI dipenggal dengan guillotine pada tahun 1793.
Kedua perang. Perang Dunia I telah mengakhiri kekuasaan beberapa kaisar yang paling berkuasa dalam sejarah, misalnya, pada tahun 1917 sebuah perang yang menyebabkan kekurangan pangan di St Peterburg, Rusia, berubah menjadi Revolusi Februari. Pemberontakan ini membuat Tzar Nicholas II turun takhta dan digantikan pemerintahan komunis. Pada bulan November 1918, Jerman menginginkan perdamaian, tetapi Sekutu tidak akan berhenti berperang hingga ada perubahan kepemimpinan. Akibatnya, Kaisar Jerman Wilhelm II diasingkan ke negeri Belanda secara paksa.
Ketiga, menginginkan sistem pemerintahan yang berbeda. Pada tahun 1989, tirai besi disingkirkan. Rezim-rezim yang tampaknya sekeras batu cadas runtuh sewaktu rakyat menolak komunisme dan mendirikan bentuk pemerintahan yang berbeda.
Pada tahun 1940, ada krisis kepemimpinan di parlemen Inggris. David Lloyd George yang berusia 77 tahun, yang mengamati debat itu, ia telah memimpin Inggris memperoleh kemenangan dalam Perang Dunia I. Karena sudah bertahun-tahun berkecimpung dalam politik, ia dapat mengevaluasi dengan cermat hasil kerja para pejabat tinggi. Dalam sebuah ceramah kepada majelis di Inggris pada tanggal 8 Mei 1940, ia menyatakan, “Bangsa ini telah siap mengorbankan apa pun asalkan memiliki kepemimpinan, asalkan pemerintah dengan jelas memperlihatkan tujuan mereka. Asalkan bangsa ini yakin bahwa para pemimpin berusaha sebaik-baiknya.”
Kata-kata Lloyd George memperjelas bahwa rakyat mengharapkan pemimpin yang kompeten, tulus, dan berupaya memperbaiki keadaan. Seorang pekerja kampanye pemilu menjelaskan, “Sewaktu rakyat memberikan suaranya untuk memilih seorang presiden, mereka mempercayakan kehidupan, masa depan, dan anak-anak mereka kepada orang yang mereka pilih.” Memperoleh kepercayaan semacam itu adalah tugas yang amat berat. Mengapa demikian?
Dunia kita tampaknya sarat dengan masalah yang mustahil untuk dipecahkan, misalnya, pemimpin mana yang terbukti sangat arif dan berkuasa sehingga ia dapat memberantas kejahatan dan perang? Siapa dari kalangan pemimpin dewasa ini yang memiliki sumber daya dan keibaan hati untuk menyediakan air bersih, dan perawatan kesehatan bagi setiap manusia? Siapa yang memiliki pengetahuan dan tekad untuk melindungi dan memulihkan lingkungan? Siapa yang cukup berkuasa untuk menjamin umat manusia dapat menikmati kehidupan bahagia? Apabila ada yang sanggup menjawab dan menyelesaikan semua pertanyaan-pertanyaan di atas itulah sesungguhnya pemimpin yang kompeten.
Pemimpin yang ideal harus memenuhi aspek-aspek kepribadian yang unggul dan mencolok. Berikut ini adalah ciri dari kepribadian seorang pemimpin yang ideal. Pertama, memiliki integritas, berperilaku jujur dan lurus sehingga dapat menantang musuh-musuhnya di hadapan umum, tidak munafik sehingga masyarakat akan tergerak untuk menjadi pendukungnya.
Kedua, peduli terhadap masyarakat, memberikan dukungan moril, materiil, penghiburan bagi orang-orang yang tertekan.
Ketiga, mau bekerja, menyelesaikan semua tugas-tugas sebagai seorang pemimpin, tanggap ketika rakyatnya membutuhkan pertolongan, mau melayani masyarakat bukan hanya dilayani.
Melihat ciri-ciri dari sosok pemimpin yang ideal, jauh dari kenyataan yang ada, oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa banyak masyarakat hilang harapan untuk menemukan pemimpin yang ideal, bahkan di beberapa negeri menjadi apatis dan putus asa. Seorang kolumnis surat kabar di Amerika Serikat menulis saat pemilu, “Tidak ada kandidat yang ideal dan tidak pernah ada. Kita terpaksa menerima.”
Apakah manusia memang tidak memiliki pilihan? Apakah para pemimpin tidak sanggup memuaskan kebutuhan rakyat? Bagaimana dengan pemimpin kita di tanah air ini? Semua jawabannya perlu kita renungkan dengan dalam. Sesuai dengan ucapan Pramudya Ananta Toer: “Satu abad hanya melahirkan satu pemimpin”.

Jelang 3 Laga Akhir PSMS MEDAN

0

Jelang laga Arema Malang Vs PSMS Medan sepertinya sangat berat bagi kubu PSMS Medan yang notabone selalu kalah pada laga away di kompetsi kali ini. Laga kandang yang selalu dimainkan di Stadion Jatidiri semarang selalu mengalami kekalahan. Sudah sepatutnya Manajemen PSMS Medan melakukan Evaluasi secara menyeluruh dalam menyikapi kelanjutan PSMS Medan. Prestasi setiap pertandingan yang dilakoni PSMS Medan selama kompetisi ini membuat pusingPelatih asal Australia ” Erick Williams” Selaku Pelatih PSMS Medan. Hasil dari 13 Pertandingan dengan sekali menang, 8 kali seri dan 4 kali sepertinya sangat berat bagi kubu PSMS untuk mendulang 3 poin di kandang Arema Malang. Apalagi dipertandingan terakhir melawan Persijap di Satadion Jatidiri Semarang Tanggal 14 Oktober 2008 Kemarin PSMS Medan malah menuai kekalahan.

Berat bagi PSMS Medan karena dipartai sisa putaran pertama PSMS Medan akan bertanding ke markas Arema Malang, Persik Kediri, dan Sriwijaya. Bila ketiga pertandingan ini PSMS Medan selalu menuai kekalahan.Bukan tidak mungkin PSMS Medan akan jadi penghuni  dasar klasmen di Liga Super keli ini.

PSMS Medan harus Haus kemenangan, dan Tim harus ada perubahan,serta Stadion Jatidiri Semarang yang dijadikan Home  Base  PSMS  Medan sepertinya  tidak  membawa  keberuntungan  buat  Tim. Suara riuh ribuan supporter kota medan tak terlihat lagi.

Bila semua ini ada perubahan yang berarti, maka PSMS Medan yang seharusnya berhome Base di Stadion Teladan Medan kemungkinan bisa meraih trend postif untuk bersaing ke level yang paling bergengsi di Liga Super Indonesia.

Sangat disayangkan bila setiap pertandingan PSMS Medan di laga kandang tidak meraih torehan nilai penuh. Itu terbukti di kompetisi Tahun lalu.Waktu masih PSMS Medan melakoni laga kandang di Stadion Teladan-Medan, Torehan laga kandang di Stadion kebanggaan kota medan sekaligus home basenya PSMS Medan selalu meraih poin penuh di setia laga.

Akankah PSMS Medan mampu berbicara pada kompetisi kali ini. Sudah saatnya PSMS Medan melakukan perombakan sebelum putaran kedua nanti berlangsung

5 Mobil Angkutan Kota dihiasi Stiker PalComTech

0

Jambi, Setelah sukses dengan stiker angkutan kota yang dipasang pada 5 mobil angkutan kota pada bulan agustus kemarin. Palcomtech mencoba menambah lagi 5 mobil angkutan kota di Jambi untuk dipasang stiker versi Palcomtech sebagai sarana promosi yang ideal dan wajib diketahui masyarakat kota jambi.

Perlu diketahui Palcomtech jambi adalah salah satu lembaga pendidikan profesional 1 tahun yang mempunyai motto 100% praktek 100% internet dengan keunggulan inilah maka siswa yang belajar di Palcomtech dijamin pasti bisa dan tidak Gaptek lagi alias Gagap Teknologi.

Pak Kasdi selaku pemilik angkutan kota mensupport penuh adanya planing Palcomtech ini. Beliau mengatakan bila ada niat lagi mau membuat stiker maka dia bersedia menawarkan kembali mobil angkutan kota miliknya. Sejau ini mobil milik pak kasdi ada 7 mobil miliknya yang di pasang stiker angkutan kota versi Palcomtech. Lagi pula menurut dia stiker yang dipasang tersebut tidak terlalu menutupi jendela kerena bila dilihat dari dalam mobil sangat jelas dan begitu pula sebaliknya.

PSIS vs PSMS 1-1 “RUSUH”

0

SEMARANG, KAMIS Pertandingan antara PSIS Semarang dan PSMS Medan pada lanjutan kompetisiIndonesia Super League di Stadion Jatidiri, Semarang, Kamis (9/10), berakhir imbang dengan skor 1-1. Laga ini sempat diwarnai kericuhan akibat kepemimpinan wasit Sunarjo Joko yang mengecewakan sehingga diganti oleh wasit lain di babak kedua.

“Ayam Kinantan” sebagai tim tamu unggul lebih dulu melalui penalti Leonardo Martins pada menit ke-27. Penalti tersebut diberikan wasit karena handsball kapten PSIS Idrus Gunawan di dalam kotak terlarang.

Sepanjang babak pertama, PSIS menilai wasit berlaku tidak adil. Dua kali Sunarjo membuat keputusan yang merugikan tuan rumah. Ketika pemain PSMS melakukan pelanggaran di kotak penalti, Sunarjo tidak meniup peluit tanda pelanggaran. Selanjutnya, pemain PSMS juga melakukan handsball di daerah terlarang, tapi wasit memilih diam.

Karena kesal, begitu turun minum, Manajer PSIS Semarang Yoyok Sukawi sempat menghampiri dan mencoba menyerangnya. Petugas keamanan kemudian mengamankan wasit dari kejadian lebih lanjut. “Keterlaluan, tim kami jelas dirugikan,” ucap Yoyok seusai pertandingan.

Kekecewaan pihak PSIS tak berakhir sampai di situ. Pendukung PSIS atau “Panser Biru” bahkan melemparkan tempat sampah ke arah wasit ketika ia dituntun keluar lapangan dengan kawalan polisi yang melindunginya dengan tameng. 

Setelah insiden tersebut, pertandingan sempat tertunda selama kurang lebih 30 menit. Selanjutnya, pihak PSIS meminta panitia pelaksana untuk mengganti wasit Sunarjo. Babak kedua akhirnya dimulai setelah Sunarjo diganti oleh wasit Deri Koswara.

Pada babak ini, PSIS mencoba menekan pertahanan tamunya. Beberapa pemain mencoba melakukan tembakan jarak jauh, tetapi kiper PSMS Ghali Sudaryono berhasil mementahkannya.

Kemenangan PSMS yang sudah di depan mata akhirnya lenyap setelah penyerang PSIS Gaston Castono dijatuhkan bek PSMS Patricio Zimenez di kotak terlarang sembilan menit sebelum bubar. Gaston berhasil mengeksekusi penalti tersebut dan menyamakan skor.

 Sepak Bola Indonesia benar – benar memalukan. Indonesia sudah membuat sebuah liga yang bernama Liga Super Indoensia tetapi pada kenyataannya liga sepak bola indonesia selalu seperti ini. Sudah sangat sering kejadian seperti ini terjadi dan menjadi sorottan publik penggemar sepak bola.

Klo begini terus..Kapan Sepak Bola Indonesia bisa maju. Berbagai Visi dan Misi yang di terapkan PSSI dalam mengelola sepak bola tanah air ini dampaknya tetap tidak bisa terlihat.

Impian untuk tampil ke tingkat sepak bola profesional cuma mimpi dan khayalan.

Sampai kapankah sepak bola Indonesia ?

PELITA JAYA TAKLUKKAN SRIWIJAYA FC 2-1

0

Pelita Jaya FC meraih poin penuh saat melawan Sriwijaya FC, Kamis (9/10), dalam lanjutan Indonesia Super Liga. Meskipun lebih dulu tertinggal dari tamunya, Pelita bisa bangkit dan membalikkan keadaan untuk menang 2-1.

Sriwijaya yang musim lalu juara Liga Indonesia, sempat unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak bintang lapangan tengahnya, Zah Rahan, menit ketujuh. Namun keunggulan tim asuhan pelatih Rahmad Darmawan itu hanya bertahan semenit karena striker Christian Lopes langsung samakan skor jadi 1-1.

Kemenangan The Young Guns–julukan Pelita Jaya–akhirnya ditentukan lewat gol striker Rudy Widodo pada menit ke-65. Karena sampai peluit panjang dibunyikan wasit Anang Suryana, kedudukan tetap 1-2 untuk keunggulan Pelita.

“Kami berharap hasil maksimal lawan Sriwijaya. Ini merupakan kebangkitan Pelita, karena cukup lama kami tunggu momen ini,” kata pelatih Pelita, Fandi Ahmad.

Kemenangan tersebut disambut suka cita oleh kubu Pelita. Bagaimana tidak, sebelumnya mereka terus menelan kekalahan.

Meski tampil tanpa kapten dan gelandang andalannya, Firman Utina, yang terkena hukuman kartu merah, Pelita tetap tampil maksimal. Di bawah komando playmaker Tiago, mereka membuat Sriwijaya kesulitan.

Gol balasan Christian Lopes yang dilesakkan semenit selepas gol Sriwijaya, menjadi salah satu kunci kemenangan tim itu, di samping gol penentu Rudi Widodo.

“Pemain tampil lebih bagus hari ini, mereka bisa memanfaatkan sisi lemah Sriwujaya yang saya akui punya materi pemain bagus. Mereka tampil maksimal,” kata Fandi Ahmad.

Sementara itu pelatih Sriwijaya, Rahmad Darmawan, mengakui bahwa Pelita tampil cukup bagus petang itu. Meski timnya unggul lebih dulu, namun tuan rumah bisa melakukan gol balasan sekaligus memberikan tekanan kepada timnya.

“Pelita bermain bagus, di lain pihak pemain masih kelelahan. Kami sudah mengupayakan, dan pemain sudah maksimal. Meski kecewa, ini hasil maksimal,” tambah Rachmad.